Liga Inggris

Arsenal Batalkan Latihan Perdana Karena Masih Marak Masalah Covid-19 Di Inggris

Arsenal Batalkan Latihan Perdana Karena Masih Marak Masalah Covid-19 Di Inggris

Arsenal sebenarnya berencana mengadakan sesi latihan lagi setelah lama tertunda. Sayangnya, rencana itu tetap dilakukan karena pandemi virus Corona yang tidak pernah berhenti.

Sesi latihan The Gunners tiba-tiba dihentikan setelah kabar bahwa pelatih, Mikel Arteta, positif dari Covid-19. Mereka kemudian melakukan pembersihan dan segera mengkarantina semua pemain dan staf mereka.

Tindakan cepat dari manajemen tim juga menunjukkan hasil. Sejauh ini, tidak ada lagi pemain Arsenal atau staf pelatih yang dinyatakan positif menggunakan Covid-19. Hanya Mikel Arteta yang menunjukkan gejala.

Dan kabar baiknya, pelatih asal Spanyol ini telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Kemudian, klub berencana untuk mengadakan sesi latihan lagi pada Selasa (24/2/2020).

Baca Juga – Mauricio Pochettino Mengaku Ingin Melatih Messi, Tapi Bukan Di Barcelona

Membatalkan Latihan

Sayangnya, rencana Pierre-Emerick Aubameyang et al untuk kembali ke pelatihan harus dibatalkan. Klub merasa bahwa situasinya belum memungkinkan untuk mengadakan sesi pelatihan karena virus Corona masih merupakan polemik besar.

“Pemain utama kami dijadwalkan untuk kembali berlatih pada Selasa setelah menyelesaikan proses isolasi 14 hari setelah hasil positif Mikel Arteta untuk virus,” kata Arsenal di situs resminya.

“Sebagai akibat dari situasi saat ini, kami cukup jelas bahwa tidak pantas meminta pemain untuk kembali pada saat seperti ini,” lanjut pernyataan itu.

“Karena itu, tim utama pria, wanita, dan pemain akademi kita semua akan tetap di rumah masing-masing,” pungkasnya.

Liga Premier Ditunda

Lagi pula, Arsenal tidak benar-benar diharuskan untuk kembali ke pelatihan dalam waktu dekat. Pasalnya, kompetisi Liga Premier sendiri telah mengalami penundaan.

Dalam sebuah pernyataan ketika ditunda untuk pertama kalinya, penyelenggara mengatakan bahwa Liga Premier akan ditunda hingga awal April. Namun belum lama ini, mereka mengubah keputusan hingga 30 April.

Perlu diingat bahwa keputusan masih bisa berubah kapan saja. Karena pandemi virus Corona menjadi masalah di Inggris dengan jumlah kasus yang terus meningkat setiap hari

Comment here